Bagaimana cara Kerja GPS (Global Positioning System) ?

Clip_4

GPS yang paling banyak penggunaan adalah GPS Car Navigation. Beberapa mobil keluaran mutakhir saat ini sudah memasang alat navigasi ini secara built-in. Bahkan pemerintah Singapura sudah mewajibkan seluruh kendaraan disana memakai GPS.
Alat kecil ini sebenarnya adalah alat penerima (receiver device) sinyal satelit. Kemudian dengan menggunakan rumus matematika yg rumit dan algorithma program, sinyal tersebut diterjemahkan dan ditampilkan di layar dalam angka-angka yang menjelaskan posisi penerimanya dalam tiga dimensi Magnitude (Lintang), Longitude (Bujur) dan Altitude (Ketinggian Diatas Permukaan Laut, DPL).
Tidak hanya itu alat ini dapat merekam jalan/route yang sudah dilewati. Juga dapat mendeteksi kemacetan jalan raya. Mencari lokasi yang ada dalam direktori dll seperti bioskop, restoran, pompa bensi, bank, hotel, rumah sakit, kantor pemerintah dll.
Sejarah GPS
Sistem navigasi GPS dengan menggunakan satelit pertama kali diluncurkan oleh angkatan laut Amerika Serikat pada tahun 1960. Nama satelitnya: Transit, terdiri dari 5 konstelasi satelit. Sebelumnya GPS hanya digunakan untuk kepentingan militer Amerika Serikat dibawah Departemen Pertahanannya. Baru pada tahun 1978 kalangan non-militer dapat memanfaatkan kegunaan dari alat ini. Akan tetapi saat itu baru pada tingkat korporat, dimana penggunaannya terutama di dunia penerbangan, pembuatan peta, survey dan keperluan ilmiah lainnya.
Dengan kejadian tertembaknya pesawat Korean Airlines di tahun 1983 oleh Uni-Soviet maka presiden Amerika Serikat waktu itu, Ronald Reagan, memerintahkan penggunaan sistem GPS untuk kalangan awam secara gratis. Jadi sejak saat itu industri telekomunikasi memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin dengan membuat alat navigasi dan bisa dijual bebas secara langsung.
Hingga Maret 2008, sudah ada 31 satelit yang aktif mendukung sistem GPS yang mengorbit mengelilingi bumi kita. Kumpulan satelit-satelit itu diberi nama NAVSTAR-GPS. Pengelolaan penggunaan sistem satelit GPS ini dipegang oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Selain NAVSTAR-GPS, juga ada konstelasi satelit lain milik negara-negara tertentu seperti GALILEO milik negara-negara Eropa, COMPASS milik Cina, GLONASS milik Rusia dan IRNSS milik India.
Mengapa harus ada banyak satelit ?
Satu buah satelit yang mengitari bumi pada ketinggian 20.000 km hanya dapat meng-cover seper lima dari permukaan bumi.
Dengan jumlah 31 satelit yang mengitari bumi paling tidak ada 8 hingga 12 satelit yang dapat mengirim sinyal secara bersamaan ke satu titik di bumi. Semakin banyak sinyal yang diterima oleh receiver GPS di bumi semakin akurat data dan informasi yang tersaji. Karena semua sinyal yang diterima itu saling mengoreksi satu sama lain yaitu dengan cara menghitung posisi satelit, selisih sudut dan waktu pengirimannya.
Perhatikan gambar dibawah. Sebuah posisi di bumi (warna biru) selalu terhubung (garis putus-putus) dengan beberapa satelit saling bergantian.

gps_navigational_satellites

Perhatikan jumlah Satelit terhubung selalu berubah ( #visible sat=n). Tergantung posisi objek dibumi dan peredaran satelit di angkasa.
Mengapa bisa gratis? Anda mungkin bertanya demikian.
Sinyal yang diterima oleh receiver adalah sinyal yang dipancarkan oleh satelit GPS secara terus menerus. Diminta atau tidak diminta, ke-31 satelit itu secara terus-menerus mengirimkan sinyalnya keseluruh dunia. Tidak peduli ada alat yang mau menerima atau tidak.
Sebenarnya tidaklah gratis amat. Paling tidak saat kita membeli alat itu, harga yang kita bayar sudah termasuk biaya keanggotaan seumur hidup untuk alat itu. Pihak NAVSTAR-GPS memungut royalty kepada pihak pabrikan untuk setiap unit yang diproduksinya. Hal ini dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan dan operasional semua satelit yang menghabiskan US$ 750 juta setahun atau setara 8,25 Triliun rupiah.



Silahkan Ungkapkan Komentar Anda di Bawah ini

nb : jika kotak komentar tidak muncul, tekan f5 atau reload halaman ini
Powered by Blogger.

Klik Jempolnya Dong
 
Semua artikel, gambar, video, dan berita yang ditampilkan di blog ini adalah milik masing-masing pemilik. Kami tidak memegang hak cipta. semua artikel ini telah dikumpulkan dari berbagai sumber publik termasuk website yang berbeda, mengingat sumber-sumber tersebut berada dalam domain publik. Jika anda keberatan dengan gambar dan berita apapun yang dimuat di zona unik, karena terkait HaKI, hak kepemilikan, mengandung unsur SARA, dan lain hal yang dapat merugikan anda ataupun orang lain, maka anda dapat mengirim email pemberitahuan kepada kami dan artikel/gambar tersebut akan segera dihapus, setelah klaimnya kami verifikasi